Tak Hanya Bandara Mal, Kaltim Juga Bangun Bandara Samarinda Baru

March 24, 2014 3:37 pmComments OffViews: 109

Bandara KansaiI-INEWS.COM, SAMARINDA-Provinsi Kalimantan Timur mempunyai bandara baru yaitu New Sepinggan yang akan berganti nama menjadi Aji Muhammad Sulaiman, yang merupakan bandara dengan mal pertama di Indonesia. Selain itu, Pemprov Kaltim juga membangun bandara baru di Samarinda.

Bandara bernama Samarinda Baru ini hari ini mulai dibangun salah satu landasannya. Rencananya, Bandara Samarinda Baru (BSB) akan memiliki kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun. Bila bandara ini beroperasi, maka Kaltim akan memiliki 22 bandara besar dan kecil hingga perbatasan Malaysia.

“Bandara Samarinda Baru berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun ini masuk dalam salah satu program MP3EI yang telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden SBY 24 Oktober 2012 lalu. Kaltim akan memiliki 22 bandara besar dan kecil hingga di perbatasan,” kata Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, dalam kegiatan peletakan batu pertama sisi udara BSB, di Terminal BSB lantai II, Samarinda, Senin (24/3/2014)

Awang mengatakan, proyek BSB berdiri di atas lahan tidak kurang dari 300 hektar, sejak dimulai konstruksi sisi darat 2005 silam oleh Pemkot Samarinda tidak berjalan mulus. Kontraktor PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) dalam audit BPKP tidak mengerjakan seluruh item proyek sisi darat yang menelan hampir Rp 1 triliun. Hingga akhirnya pada 2012 dilakukan desain ulang BSB dan dikerjakan BUMN Karya yaitu PT Waskita Karya dan menelan dana APBD Kaltim. Bahkan tidak hanya itu, investor Bakrie Capital yang sebelumnya menyatakan minat bangun sisi udara akhirnya pun harus mundur.

“Untuk itu supaya tidak ada kendala, Pemprov ambil alih proyek BSB dan jalin kerjasama di 2013 dengan PT Persada Investama. Landasan pacu di BSB ini tidak hanya 1.600 meter untuk ATR-72, tapi terus berlanjut ke 2.500 meter hingga bisa didarati Boeing 737-900,” ujar Awang.

“BSB tidak akan mengganggu porsi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan yang baru-baru ini mengoperasikan terminal barunya karena 2/3 penduduk Kaltim ada di sekitar Samarinda, yakni di Kukar, Kutai Barat, Bontang dan Sangatta. BSB akan melengkapi bandara di Kaltim hingga utara selain Balikpapan, juga ada Bandara Juwata Tarakan dan Bandara Kalimarau di Berau,” tambahnya.

“Ada 3 proyek bandara di perbatasan Malaysia yang tengah kita garap. Juga ada bandara Maratua di pulau wisata Maratua. Genap nanti akan ada 22 airport besar dan kecil di Kaltim hingga Kalimantan Utara. Sedangkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan juga akan diperpanjang menjadi 3.250 m dan tahun ini mulai pembebasan lahan,” jelas Awang.
Anak usaha grup Panin, PT Persada Investama memang menggelontorkan investasi triliunan rupiah untuk membangun runway Bandara Samarinda Baru (BSB) hingga 2.500 meter. Hutama Karya dipercaya untuk mengerjakan proyek prestisius itu. Untuk gedung bandara, saat ini sudah jadi, tinggal landasan yang perlu dibangun.

Dalam kontrak kerjasama dengan Pemprov Kaltim, tahap pertama runway bandara yang berlokasi 25 km dari pusat kota Samarinda itu dibangun 1.400 meter, menyusul tahap kedua 2.100 meter, hingga tahap ketiga sepanjang 2.500 meter.

“Tahap pertama, kami investasikan Rp 1,4 triliun untuk runway sepanjang 1.600 meter selama pengerjaan 12 bulan,” kata Presiden Direktur PT Persada Investama Paul Tanudibroto.

“Kami adalah mitra program Public Private Partnership, kami beranikan diri berinvestasi untuk bangun sisi udara Bandara Samarinda Baru, menggandeng PT Hutama Karya yang telah berpengalaman,” ujar Paul.

“Samarinda ini ibu kota provinsi, paling penting dan harus punya bandara representatif. Multiplier effect, lihat saja nanti Samarinda akan luar biasa. Pernyatan Pak Gubernur Kaltim tadi (Awang Farouk Ishak) Garuda akan buka home base di sini,” tambah Paul.

“Jadi 60-70 persen Kaltim penduduknya di sekitar Samarinda, pasti akan terbang dari sini (BSB). Pada ibu kota provinsi, tidak boleh dan jangan pernah under estimate,” tegas Paul.

Sementara dalam paparannya, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain juga mengatakan, proyek sisi darat terminal BSB dan fasilitasnya yang telah tuntas dibangun dari APBD Kaltim, telah menyelesaikan bangunan terminal seluas 14.000 meter persegi dengan 4 garbarata, 16 check in counter, 2 ruang lounge, luas area parkir kendaraan yang mampu menampung 1.000 kendaraan roda empat.

“Juga telah dibangun perumahan bertipe 54 dan tipe 70 untuk pegawai otoritas bandara dalam hal ini pegawai Kemenhub , bangunan perkantoran seluas 1.200 meter persegi untuk 200 orang pegawai, tower Air Traffic Control setinggi 17 meter, gedung meterologi, airport maintenance, VVIP room hingga stasiun bahan bakar,” kata Zairin.

“Panjang runway hingga nanti ekstensi 2.500 dengan lebar runway 45 meter, dengan lebar taxiway 23 meter dan luas apron 600×100 meter persegi. Tahap pertama selesai, Bandara Temindung Samarinda harus pindah karena sudah tidak layak lagi di tengah kota untuk kemudian dilanjutkan perpanjangan runway 2.100 m” jelas Zairin.

Turut hadir dalam peletakan batu pertama itu adalah perwakilan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, jajaran PT Persada Investama, jajaran PT Hutama Karya, kalangan perbankan hingga perwakilan maskapai penerbangan. Peresmian dimulainya proyek sisiAnak usaha grup Panin, PT Persada Investama memang menggelontorkan investasi triliunan rupiah untuk membangun runway Bandara Samarinda Baru (BSB) hingga 2.500 meter. Hutama Karya dipercaya untuk mengerjakan proyek prestisius itu. Untuk gedung bandara, saat ini sudah jadi, tinggal landasan yang perlu dibangun.

Dalam kontrak kerjasama dengan Pemprov Kaltim, tahap pertama runway bandara yang berlokasi 25 km dari pusat kota Samarinda itu dibangun 1.400 meter, menyusul tahap kedua 2.100 meter, hingga tahap ketiga sepanjang 2.500 meter.

“Tahap pertama, kami investasikan Rp 1,4 triliun untuk runway sepanjang 1.600 meter selama pengerjaan 12 bulan,” kata Presiden Direktur PT Persada Investama Paul Tanudibroto.

“Kami adalah mitra program Public Private Partnership, kami beranikan diri berinvestasi untuk bangun sisi udara Bandara Samarinda Baru, menggandeng PT Hutama Karya yang telah berpengalaman,” ujar Paul.

“Samarinda ini ibu kota provinsi, paling penting dan harus punya bandara representatif. Multiplier effect, lihat saja nanti Samarinda akan luar biasa. Pernyatan Pak Gubernur Kaltim tadi (Awang Farouk Ishak) Garuda akan buka home base di sini,” tambah Paul.

“Jadi 60-70 persen Kaltim penduduknya di sekitar Samarinda, pasti akan terbang dari sini (BSB). Pada ibu kota provinsi, tidak boleh dan jangan pernah under estimate,” tegas Paul.

Sementara dalam paparannya, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain juga mengatakan, proyek sisi darat terminal BSB dan fasilitasnya yang telah tuntas dibangun dari APBD Kaltim, telah menyelesaikan bangunan terminal seluas 14.000 meter persegi dengan 4 garbarata, 16 check in counter, 2 ruang lounge, luas area parkir kendaraan yang mampu menampung 1.000 kendaraan roda empat.

“Juga telah dibangun perumahan bertipe 54 dan tipe 70 untuk pegawai otoritas bandara dalam hal ini pegawai Kemenhub , bangunan perkantoran seluas 1.200 meter persegi untuk 200 orang pegawai, tower Air Traffic Control setinggi 17 meter, gedung meterologi, airport maintenance, VVIP room hingga stasiun bahan bakar,” kata Zairin.

“Panjang runway hingga nanti ekstensi 2.500 dengan lebar runway 45 meter, dengan lebar taxiway 23 meter dan luas apron 600×100 meter persegi. Tahap pertama selesai, Bandara Temindung Samarinda harus pindah karena sudah tidak layak lagi di tengah kota untuk kemudian dilanjutkan perpanjangan runway 2.100 m” jelas Zairin.

Turut hadir dalam peletakan batu pertama itu adalah perwakilan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail, jajaran PT Persada Investama, jajaran PT Hutama Karya, kalangan perbankan hingga perwakilan maskapai penerbangan. Peresmian dimulainya proyek sisi udara BSB ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Awang Farouk Ishak serta Nusyirwan Ismail. (Sumber : detikfinance.com)Dibaca (225) Kali

You might also likeclose