Harga Tiket Kereta Api Ekonomi Turun Mulai 1 April 2014

March 8, 2014 12:07 pmComments OffViews: 118

KA EkonomiI-INEWS.COM, SEMARANG-Ada kabar gembira bagi Anda pengguna kereta api ekonomi jarak jauh, mulai 1 April 2014 harga tiket Kereta Api (KA) akan turun hingga 50%. Hal ini karena cairnya anggaran Public Service Obligation (PSO) atau subsidi perkeretaapian 2014.

Misalnya Untuk wilayah Daop IV, ada lima KA yang mendapatkan subsidi dari kontrak PSO itu. Humas PT KAI Daop IV, Eko Budiyanto mengatakan ada tiga KA ekonomi jarak jauh yang mendapatkan subsidi untuk tiket.

Antaralain KA Kertajaya jurusan Surabaya Pasarturi – Tanjungpriok (728 km) menjadi Rp 50.000, KA Brantas jurusan Kediri Tanjungpriok (752 km) menjadi Rp 55.000, KA Matarmaja Malang – Pasarsenen (881 km) menjadi Rp 65.000.

“Sebelum subsidi KA Kertajaya Surabaya – Tanjung Priok Rp 93.000, KA Brantas Kediri – Tanjung Priok Rp 95.000, KA Matarmaja Malang – Jakarta Pasar Senen Rp 105,000,” kata Eko kepada detikFinance, Jumat (7/3/2014).

Sementara itu untuk KA jarak sedang, ada dua KA yang mendapat subsidi yaitu KA Tawang Jaya Semarang Poncol – Pasarsenen (437 km) seharga Rp 45.000 dan KA Tegal Arum jurisan Tegal – Jakarta Kota (296 km) hanya Rp 25.000.

“KA Tawang Jaya sebelum subsidi seharga Rp 80.000 sedangkan KA Tegal Arum sebelumnya Rp 40.000,” tandas Eko.

Selain itu ada juga KA lebaran kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi yaitu KA Pasundan Surabaya Gubeng-Kiaracondong seharga Rp 55.000, KA Kertajaya Tanjungpriok-Surabaya Pasarturi seharga Rp 50.000, KA Tawang Jaya Semarang Poncol-Pasarsenen Rp 45.000 KA Matarmaja Pasarsenen – Malang menjadi Rp 65.000, KA Mantab Tanjungpriok-Madiun seharga Rp 55.000, KA Kutojaya Utara Kutoarjo-Pasarsenen seharga Rp 40.000, dan Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo-Kiaracondong seharga Rp 35.000.”Turunnya subsidi pemerintah untuk penumpang KA kelas ekonomi ini membuat tarif KA-KA PSO turun,” tandasnya.

Sementara itu jika ada penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket untuk keberangkatan 1 April dan seterusnya dengan harga lama, maka PT KAI akan mengembalikan selisih biaya penumpang itu. Caranya cukup dengan menunjukan potongan tiket kepada petugas di loket khusus yang ada di stasiun tujuan.

“Di stasiun kedatangan penumpang, dibuka loket khusus atau tempat lain yang ditunjuk untuk melakukan pengembalian bea. Biaya yang dikembalikan sebesar tarif komersial di luar bea pesan dikurangi besaran tarif baru. Pengembalian bea selisih dapat dilakukan pada saat kedatangan KA sampai dengan maksimal 3 (tiga) hari setelah kedatangan KA,” jelas Eko.

Kementerian Perhubungan memberikan subsidi tarif berupa PSO kepada PT KAI sebesar Rp 1,22 triliun. Subsidi tersebut untuk KA jarak jauh sebanyak 11 lintasan dengan frekuensi 22 kali/hari dan KA jarak sedang sebanyak sembilan lintasan dengan frekuensi 24 kali/hari.

“Diharapkan dengan semakin banyak warga yang menggunakan kereta, pada akhirnya bisa mengurangi beban jalan raya,” tegas Eko. (Sumber : detikfinance.com)Dibaca (280) Kali

You might also likeclose