Perubahan Iklim Persulit Ketersediaan Air

August 21, 2013 7:04 pmComments OffViews: 12

Sumber AirI-INEWS, JAKARTA – Menteri Pertanian Suswono menyatakan, perubahan iklim yang terjadi belakangan ini turut mempersulit ketersediaan air untuk usaha pertanian dan pangan. Ketersediaan air juga menjadi terbatas karena meningkatnya persaingan dalam pemanfaatan sumber daya air antara perkotaan, industri dan sektor pertanian.

“Oleh karena itu, sangat diperlukan strategi manajemen baru sangat guna memenuhi kebutuhan pengguna air dengan tetap memperhatikan produktivitas hasil pertanian,” katanya, seperti dilansir beritadaerah.com, Rabu (21/8).

Menurut dia, karena Indonesia merupakan negara kepulauan, maka harus mengadopsi strategi pengelolaan air multi cabang yang dapat diterapkan dalam iklim yang bervariasi yang ditemukan di banyak pulau.

Sebelumnya pada seminar internasional “Sharing Ideas and Resources on Water Management in Responding to Climate Change in Indonesia,” Suswono menyatakan, Indonesia menghadapi tantangan yang unik dalam pengelolaan sumber daya air.

Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi telah menghasilkan permintaan air yang lebih besar dari pengguna domestik, industri dan pertanian. Di banyak daerah perkotaan, lanjutnya, tingkat air tanah telah memasuki ambang kritis karena eksploitasi berlebih, sementara banyak daerah aliran sungai penting menderita erosi dan polusi.

Ia menyatakan, di sektor pertanian, banyak petani yang telah mengadopsi strategi pengelolaan air intensif, yang mencakup tanaman tambahan atau budidaya lahan kering untuk menjaga hasil panen mereka karena penurunan ketersediaan tanah di daerah yang paling produktif.

“Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih baik untuk melindungi dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan,” katanya.

Suswono menyatakan, diperlukan investasi yang memprioritaskan hal penting untuk memajukan kinerja dan keberlanjutan sistem air pertanian. Selain itu, sangat diperlukan munculnya berbagai inisiatif dalam peningkatan pengelolaan air pertanian yang akan menghasilkan hasil terbaik bagi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.

“Seminar ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan dan hasil praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya di Indonesia,” tandas dia.

Sementara itu melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi dalam mendukung produksi pangan. Pada 2013 direncanakan terbangun dan terlaksana rehab jaringan irigasi seluas 400.000 hektare yang dimanfaatkan petani maupun kelompok tani untuk kegiatan usaha tani.

Berdasarkan data Ditjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum, saat ini total areal sawah di Indonesia seluas 9,55 juta hektare sedangkan luas areal irigasi secara nasional 7,23 juta ha. Sedangkan irigasi waduk di Indonesia mencapai 797.971 ha dan non waduk seluas 6,43 juta ha. (IN-20)Dibaca (174) Kali

You might also likeclose