Persaingan Daerah Menarik Investor Asing

August 5, 2013 10:42 amComments OffViews: 19

293822_10151626359961294_231412104_nI-INEWS, JAKARTA – Data BKPM pada triwulan II 2013 mencatat, 5 provinsi di Indonesia dengan tingkat PMA tertinggi yaitu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Papua. Angka ini menunjukan bahwa PMA tertinggi masih didominasi oleh provinsi yang ada di pulau Jawa.

Setiap provinsi terus berlomba dalam menarik minat investor pada tahun 2013 dan persaingan ini semakin kompetitif, beberapa tahun lalu kita melihat bahwa investor mencari daerah yang memiliki SDA (Sumber Daya Alam) yang kaya, sehingga hal ini menjadi daya tarik minat investor. Kecenderungan bahwa investor hanya melihat SDA sebagai faktor penting akan semakin berkurang. Didalam kacamata investor, dia melihat apa saja yang telah dimiliki daerah tersebut selain SDA, seperti dilansir beritadaerah.com, Senin (5/8).

Ada kasus beberapa daerah mempunyai potensi SDA yang besar tetapi minat investor kesana tidak banyak. Kenapa hal itu terjadi ? ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor masuk ke daerah. Hal pertama yang harus dipersipakan daerah dalam tersebut dalam menghadapi persaingan pemasaran adalah people. People disini bicara sumber daya manusia.

SDM merupakan sesuatu yang penting, kemampuan SDM di daerah apakah sangat mendukung investasi itu. Dalam membangun invesatasi, investor akan melihat bagaimana kemampuan pekerja, keahilan dan semuanya itu haus mendukungan investasi. Usaha memasarkan daerah di era otonomi sekarang ini adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap daerah. Kalau kita ke Bandara Soekarno Hatta maka kita akan menjumpai billboard besar Visit Sumatera Selatan atau Kabupaten lain yang merupakan tanda bahwa daerah pada saat ini sedang memasarkan keunggulannya masing-masing.

Daerah pada saat ini melakukan persaingan pemasaran memiliki target pelanggan yang mencakup tiga kelompok yaitu : pedagang (trader), wisatawan (tourist), penanam modal (investor), dan juga ada pelanggan sekunder yang juga mencakup tiga kelompok juga, : yaitu SDM berketerampilan (talent), para pengelola event (organizer), pengembang (developer)

Dalam usaha menarik kelompok-kelompok ini maka diperlukan sebuah konsep atau gagasan bagaimana memasarkan sebuah daerah, dalam pendekatan para pakar pemasaran maka dikenal yang pertama adalah daerah harus harus memahami apakah keunggulan daerahnya kemudian siapakah pelanggannya dan terakhir siapakah pesaingnya. Namun dalam ruang lingkup bisnis pesaing bisa menjadi complement atau pelengkap yang membuat malahan produk atau jasa semakin laku.

Katakan dalam hal Pariwisata, Bali bisa dilihat sebagai saingan dari Kalimantan, namun Bali bisa dilihat sebagai daerah yang menunjang datangnya wisatawan ke Kalimantan. Pemahaman daerah untuk keunggulan, pelanggan dan pesaing membuat daerah memasarkan daerahnya dengan tepat.

Yang kedua dalam menyusun strategy pemasaran diperlukan pendeketan strategi, taktikal dan nilai. Kelompok strategi adalah apa yang telah ditulis oleh Kotler (1997) sebagai STP yaitu Segmentasi, targeting dan positioning. Pada komponen taktikal ditegaskan pentingnya diferensiasi, marketing mix dan menjual (selling). Pada komponen nilai (value) para pakar pemasaran menganjurkan daerah memikirkan brand, services dan process. Branding saat ini menjadi sangat kompleks dan penting karena berdasarkan brand itulah konsumen mengidentifikasikan dirinya.

Sebagai contoh Kabupaten Kutai Kertanegara memiliki Brand : Kuta Kartanegara, dengan positioning ” the admired tourist destination in East Indonesia ” differntiation : ” Rich in culture heritage, natural beauty, world – class infrastructure, strong financial resources ”

Yang ketiga kegiatan pemasaran sendiri berhubungan dengan pertanyaan pokok, yaitu apa, mengapa dan bagaimana. Pertanyaan apa yang akan dipasarkan adalah hal yang pertama harus dijawab, kesalahan kita memasarkan daerah membuat kegagalan dalam daerah itu. Pertanyaan mengapa adalah menjawab apakah keunggulan daerah mendukung pemasaran produk itu atau tidak, dan juga pesaing menjawab semuanya ini. Nah pertanyaan bagaimana berkaitan dengan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Bila ketiga hal ini bisa dikerjakan oleh daerah maka akan terbentuk sebuah strategi yang jitu dan tepat sasaran dalam memasarkan daerah. Pastinya investor akan datang kedaerah dan melakukan investasi. (IN-20)

Dibaca (124) Kali

You might also likeclose