Ditjen SDA PU Fokuskan Perbaikan Lingkungan Jakarta

June 14, 2012 12:54 pmComments OffViews: 4

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan mengatakan, air merupakan bagian dari ekosistem dan merupakan elemen penting bagi manusia, terutama saat ini dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia yang sudah melebihi kapasitas lingkungannya.

“Fokus kebutuhan air untuk Kota Jakarta sampai dengan 2030, diprioritaskan untuk kebutuhan domestik. Kebutuhan domestik tersebut mencakup kebutuhan rumah tangga dan air minum,” kata Mochamad Hasan, di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Menurutnya, Kebutuhan air baku untuk Jakarta diperoleh dari suplai Bendungan Jatiluhur. Untuk itu, kita akan membangun Bendungan Karian untuk menambah suplai pasokan air baku di Jakarta dan sekitarnya.

Saat ini, sekitar 80% air baku dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan irigasi. Ditambahkannya, ketersediaan air baku semakin lama semakin berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk khususnya untuk wilayah Jakarta. Kondisi tersebut ditambah dengan tercemarnya sungai oleh limbah polutan yang beresiko tinggi, serta masyarakat yang masih suka membuang sampah di bantaran sungai.

Kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta juga menjadi salah satu penyebab air langsung terbuang ke laut ketika musim hujan tiba. Sedangkan, saat musim kemarau mengalami kekeringan karena tidak ada tampungan air. Oleh karena itu, water catchment area memiliki peran penting guna menahan air agar tidak terbuang begitu saja ke laut dan memiliki manfaat ketika musim kemarau tiba sebagai tampungan air. 

“Salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan dan melestarikan keberlanjutan fungsi dan pemanfaatan sumber daya air untuk menjaga ketersediaan air secara memadai baik kuantitas maupun kualitasnya,” jelas Moh. Hasan.

Hal tersebut dibuktikan dengan melakukan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan daya tampung air serta melakukan pengendalian pencemaran air.

Dalam  waktu dekat pemerintah tengah membangun dan mengembangkan Kanal Banjir Timur sebagai Green River.

”Hal tersebut memang membutuhkan waktu yang lama, mengingat warga yang tinggal di Jakarta masih kurang memiliki rasa empati terhadap lingkungan sekitar dengan kebiasaan membuang sampah ke sungai,” ujar Moh. Hasan

Diakui Hasan, mewujudkan Green River tidaklah mudah. Sehingga perlu keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dan pengelola limbah industri terkait. Hasan menambahkan nantinya pihak-pihak yang melakukan kegiatan yang merusak sungai akan di kenakan sanksi.

Pengawasan terhadap pengelolaan limbah dilakukan oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) sesuai dengan Pasal 93 UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Pembentukan PPNS SDA pada setiap wilayah sungai ditargetkan rampung pada tahun 2013. (IN-35)

 

Dibaca (77) Kali

You might also likeclose